Zero Waste Atsiri: Mengintegrasikan Limbah Nilam dengan Pakan Ternak Koperasi
Drh. Fahmi Rizal
Pakar Peternakan Sirkular
Inovasi Pakan Ternak Murah Berbasis Fermentasi Ampas Nilam
Konsep pertanian sirkular (circular farming) menyatukan sub-sektor perkebunan nilam dengan peternakan sapi/kambing dalam satu siklus tanpa limbah. Koperasi tani di Gayo Lues dan Aceh Jaya kini berhasil menghemat biaya pakan hingga 40% melalui integrasi ini.
Daun Nilam untuk Pakan Ternak:
Daun nilam sisa penyulingan masih mengandung protein kasar dan serat yang baik untuk pencernaan hewan pemamah biak. Namun, karena aromanya yang menyengat karena sisa minyak atsiri, hewan ternak sering kali enggan memakannya secara langsung.
Solusinya: Pembuatan Silase Fermentasi
Melalui proses silase (fermentasi anaerob), sisa senyawa atsiri yang tajam didegradasi menjadi senyawa organik berbau asam manis yang sangat disukai ternak.
Cara Pembuatan Silase Ampas Nilam:
- Angin-anginkan ampas daun nilam agar kadar airnya menurun menjadi sekitar 60%.
- Campurkan ampas dengan bahan sumber energi karbohidrat cepat, seperti dedak padi atau konsentrat jagung (5-10% dari total bahan).
- Semprotkan larutan probiotik ternak dan tetes tebu secara merata.
- Masukkan bahan campuran ke dalam tong plastik silase, padatkan hingga tidak ada rongga udara tersisa, lalu tutup rapat.
- Diamkan selama 14-21 hari. Pakan silase siap disajikan dan tahan disimpan hingga berbulan-bulan.
Siklus Berkelanjutan:
Kotoran sapi dari peternakan ini nantinya dikumpulkan dan diolah kembali di unit biogas atau dikomposkan untuk memupuk kebun nilam. Siklus tertutup inilah yang mewujudkan pertanian berkelanjutan sesungguhnya!