Panduan Pembuatan Pupuk Kompos Organik dari Daun dan Batang Nilam
Bakti Tani Lestari
Yayasan Pemberdayaan Petani
Menghidupkan Kembali Tanah Kebun dengan Kompos Ampas Nilam
Tanaman nilam mengambil banyak unsur hara dari dalam tanah selama siklus pertumbuhannya. Mengembalikan ampas nilam yang telah didekomposisi (dikomposkan) ke kebun adalah langkah terbaik untuk menjaga kelestarian unsur hara tanah.
Mengapa Ampas Nilam Baik untuk Kompos?
Ampas penyulingan nilam memiliki rasio C/N yang ideal setelah melalui pemanasan suhu tinggi saat distilasi. Pemanasan ini secara tidak langsung mensterilkan limbah dari biji gulma dan bakteri jahat pembawa penyakit layu.
Tahapan Pembuatan Kompos Padat:
- Pengumpulan: Kumpulkan ampas nilam basah dari bak suling, biarkan suhunya mendingin.
- Pencampuran Bahan: Campurkan ampas nilam dengan kotoran ternak (sapi/kambing) dengan perbandingan 3:1. Tambahkan sekam padi atau serbuk gergaji untuk memperbaiki aerasi kompos.
- Inokulasi: Larutkan starter kompos (seperti EM4) ke dalam air gula, lalu siramkan secara merata ke tumpukan bahan hingga kelembapan mencapai sekitar 50-60%.
- Pemeraman: Tutup tumpukan dengan terpal. Lakukan pembalikan kompos seminggu sekali untuk menyuplai oksigen.
- Pematangan: Dalam waktu 3-4 minggu, kompos akan matang ditandai dengan warna cokelat kehitaman, tekstur gembur mirip tanah, dan tidak berbau menyengat.
Aplikasikan kompos gembur ini sebanyak 1-2 kg per lubang tanam saat penyiapan lahan nilam baru!