Pemanfaatan Ampas Nilam sebagai Media Tanam Jamur Tiram yang Bernilai Ekonomis
Rian Hidayat
Pengusaha Jamur & Alumni ARC
Peluang Usaha Baru: Budidaya Jamur Tiram Berbasis Limbah Atsiri
Salah satu pemanfaatan limbah padat nilam yang memiliki nilai ekonomi tinggi secara instan adalah menjadikannya bahan campuran media tanam (baglog) jamur tiram putih. Kandungan lignoselulosa yang tinggi dalam ampas batang nilam sangat cocok sebagai nutrisi pertumbuhan miselium jamur.
Komposisi Formula Baglog Jamur:
- Ampas nilam kering (telah dihaluskan): 60%
- Serbuk gergaji kayu sengon/albasia: 20%
- Dedak halus (bekatul) sebagai nutrisi tambahan: 15%
- Kapur pertanian (CaCO3) untuk menjaga pH: 3%
- Gips: 2%
Cara Pengolahan:
- Pencampuran & Pengomposan Singkat: Campur semua bahan di atas dengan air hingga basah merata (kadar air 60%), lalu diamkan selama 2-3 hari agar bahan melunak.
- Pengisian Baglog: Masukkan adonan ke dalam plastik polipropilen (PP), padatkan, lalu pasang cincin plastik pada leher kantong.
- Sterilisasi: Kukus baglog dalam drum pemanas bersuhu 90-100 derajat Celcius selama 6-8 jam untuk mematikan spora jamur liar.
- Inokulasi: Setelah dingin, masukkan bibit jamur tiram berkualitas dalam ruangan steril.
- Inkubasi: Letakkan baglog di kubung jamur yang sejuk dan lembap hingga miselium putih tumbuh merata.
Miselium jamur tumbuh subur pada media ampas nilam karena struktur serat selulosa yang telah melunak akibat proses perebusan penyulingan sebelumnya. Jamur tiram yang dihasilkan pun memiliki ukuran tudung yang tebal dan bobot yang mantap!