Cara Mengolah Air Hidrosol Sisa Penyulingan Nilam Menjadi Pestisida Nabati
Koperasi Nilam Lestari
Tim Litbang
Memanfaatkan Air Hidrosol Nilam sebagai Pelindung Tanaman Organik
Saat menyuling nilam dengan metode uap-air, diperoleh dua fraksi cair: minyak nilam murni di lapisan atas, dan air hidrosol (air bunga nilam) di lapisan bawah. Seringkali air hidrosol ini dibuang begitu saja ke saluran air, padahal menyimpan manfaat luar biasa sebagai pestisida nabati.
Senyawa Aktif dalam Hidrosol Nilam:
Meskipun minyak nilam utama telah terpisah, air hidrosol masih mengandung molekul terpenoid dan fenolik terlarut mikro yang bersifat anti-feedant (tidak disukai serangga) dan anti-fungal (mencegah jamur).
Cara Mengaplikasikannya pada Tanaman:
- Penyaringan: Saring air hidrosol dari sisa-sisa jelaga atau kotoran fisik penyulingan.
- Pencampuran Booster: Campurkan 1 liter air hidrosol dengan 5 ml sabun cair pencuci piring organik (berfungsi sebagai surfactant atau perekat agar pestisida menempel di permukaan daun).
- Penyemprotan: Semprotkan cairan langsung ke seluruh bagian daun dan batang tanaman nilam atau sayuran lain pada pagi atau sore hari.
Hama yang Dapat Dikendalikan:
- Kutu kebul dan kutu daun (Aphids)
- Ulat daun skala kecil
- Mencegah infeksi jamur karat daun (Puccinia) pada tanaman hias dan sayuran.